KPK Tetapkan Bupati dan Tersangka Lainnya' Terkait Pengadaan Barjas di Kabupaten Musi Banyuasin

/ Minggu, 17 Oktober 2021 / 08.41
TOPINFORMASI.COM
Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi Resmi mengumumkan informasi  terkait  kegiatan  tangkap  tangan  atas  dugaan  tindak pidana  korupsi  berupa  penerimaan  hadiah  atau  janji  oleh  penyelenggara  negara  atau  yang mewakilinya  terkait  pengadaan  barang  dan jasa di  Kabupaten  Musi  Banyuasin  tahun  anggaran 2021.

Komisi Pemberantasan Korupsi Melalui Plt Jubir Bidang penindakan Ali Fikri, mengatakan kepada media ini,Sabtu (16/10/2021)  Pada  kegiatan  tangkap  tangan  hari  Jumat  15/10/2021,  sekitar  pukul  11.30  WIB  Tim  KPK  telah mengamankan  6  orang  di  wilayah  Musi  Banyuasin  Sumsel  dan  sekitar  jam  20.00  Wib  tim  KPK juga  mengamankan    2  orang  di  wilayah  Jakarta,  sebagai  berikut , DRA (Dodi  Reza  Alex,  tidak  dibacakan)  Bupati  Musi  Banyuasin  periode  2017  s/d  2022



Sumut Berpotensi Panas,Masyarakat Harus Menghindari Dehidrasi Dengan Cukup Mengkonsumsi Air

/ Minggu, 17 Oktober 2021 / 09.26
     



TOPINFORMASI.COM

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca panas menyengat masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan di Sumatera Utara (Sumut). "Pantauan kami hari ini 34,1 derajat Celcius, kalau beberapa hari lalu sempat 36,3 derajat Celcius," ujar Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah I Medan Budi Prasetyo di Medan, Sabtu (16/10).

Penyebab cuaca panas menyengat di Sumut karena hadirnya angin baratan yang membawa massa udara kering ke lapisan atmosfer di wilayah provinsi ini. Selain itu, terjadinya gangguan topan di wilayah laut Filipina sehingga tertarik massa udara basah di lapisan atmosfer Sumut mengakibatkan udara menjadi kering.

Baca Juga :Tim Krimsus Tangkap Truk Derek Berkapasitas Tangki 450 Liter, Langsir BBM Subsidi Untuk Kebutuhan Industri


"Meski kita merasa gerah dengan cuaca saat ini, tapi hujan tetap turun. Cuma bersifat lokal, seperti di Langkat, Binjai, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Simalungun dan Karo malam ini," ungkap dia.

Cuaca kering ini, ia mengatakan, terjadi hampir merata di Sumut sehingga masyarakat di provinsi ini harus menghindari dehidrasi dengan cukup mengkonsumsi air. "Intinya jangan sampai dehidrasi, banyak minum air, konsumsi buah yang banyak mengandung air, dan kurangi aktivitas di luar ruangan," terangnya.

"Kalau sudah dehidrasi, maka bisa timbul demam dan tubuh menjadi lemas. Apalagi di masa pandemi COVID-19 dengan cuaca yang tidak menentu," ujar Budi Prasetyo.

Sumber : Republika

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

 

HM (Herman  Mayori,  tidak  dibacakan)  Kadis  PUPR  Kabupaten  Musi  Banyuasin
EU (Eddi  Umari,  tidak  dibacakan)  Kabid  SDA  /  PPK  Dinas  PUPR  Kabupaten  Banyuasin.
SUH (Suhandy,  tidak  dibacakan),  Swasta  (Direktur  PT  Selaras  Simpati  Nusantara)
 IF (Irfan,  tidak  dibacakan),  Kabid  Preservasi  Jalan  dan  Jembatan  Dinas  PUPR  Kabupaten Banyuasin.

MRD (Mursyid,  tidak  dibacakan)  Ajudan  Bupati.
BRZ (Badruzzaman,  tidak  dibacakan)  Staf  Ahli  Bupati h.  AF (Ach  Fadly,  tidak  dibacakan)  Kabid  Pembangunan  Jalan  dan  Jembatan  Dinas  PUPR.

Ali Fikri menjelaskan terkait,Kronologis  Tangkap  Tangan   Jumat  tanggal  15  Oktober  2021,  Tim  KPK  menerima  informasi  akan  adanya  dugaan penerimaan  sejumlah  uang  oleh  Penyelenggara  Negara  yang  disiapkan  oleh  SUH  yang nantinya  akan  diberikan  pada  DRA  melalui  HM  dan  EU.   Selanjutnya  dari  data  transaksi  perbankan  diperoleh  informasi  adanya  transfer  uang    yang diduga  berasal  dari  perusahaan  milik  SUH kepada rekening  bank  milik  salah satu keluarga EU.   Setelah  uang  tersebut  masuk,  lalu  dilakukan  tarik  tunai  oleh  keluarga  EU  dimaksud  untuk kemudian  diserahkan  kepada  EU;

EU menyerahkan  uang  tersebut  kepada  HM  untuk  diberikan  kepada  DRA. Tim  selanjutnya  bergerak  dan  mengamankan  HM  disalah  satu  tempat  ibadah  di Kabupaten  Muba  dan  ditemukan  uang  sejumlah  Rp270  juta  dengan  dibungkus  kantung plastik.     Tim  selanjutnya  mengamankan  EU  dan  SUH  serta  pihak  terkait  lainnya  dan  dibawa  ke Kejaksaan  Tinggi  Sumatera  Selatan  untuk  dilakukan  permintaan  keterangan.   

Ditambahkan Ali Fikri,bahwa Dilokasi  yang  berbeda  di  wilayah    Jakarta,  Tim  KPK  kemudian  juga  mengamankan  DRA disalah  satu  loby  hotel  di  Jakarta  yang  selanjutnya  DRA    dibawa  ke  Gedung  Merah  Putih KPK  untuk  dimintai  keterangan.   Dari  kegiatan  ini,  Tim  KPK  selain  mengamankan  uang  sejumlah  Rp  270  juta,  juga  turut diamankan  uang  yang  ada  pada  MRD  (ajudan  Bupati)    Rp1,5  Miliar.   

Ali Fikri menambahkan,bahwa Setelah  dilakukan  pengumpulan  berbagai  bahan  keterangan  terkait  dugaan  tindak  pidana korupsi  dimaksud,  KPK  melakukan  penyelidikan  yang  kemudian  ditemukan  adanya  bukti permulaan  yang  cukup,  sehingga  KPK  meningkatkan  status  perkara  ini  ke  tahap  penyidikan dengan  mengumumkan  4  tersangka,  sbb  : 
1.  DRA (Dodi  Reza  Alex,  tidak  dibacakan)  Bupati  Musi  Banyuasin  periode  2017  s/d  2022.
2.  HM (Herman Mayori,  tidak  dibacakan)  Kadis  PUPR  Kabupaten  Musi  Banyuasin.
3.  EU  (Eddi  Umari,  tidak  dibacakan)  Kabid  SDA  /  PPK  Dinas  PUPR  Kabupaten  Musi Banyuasin.
4  SUH (Suhandy,  tidak  dibacakan),  Swasta  (Direktur  PT  Selaras  Simpati  Nusantara).  


Konstruksi  perkara,  

diduga  telah  terjadi  :  Pemerintah  Kabupaten  Musi  Banyuasin  untuk  tahun  2021  akan  melaksanakan  beberapa proyek  yang  dananya  bersumber  dari  APBD,  APBD-P  TA  2021  dan  Bantuan  Keuangan Provinsi  (Bantuan  Gubernur/  Bangub)  diantaranya  pada  Dinas  PUPR  Kabupaten  Musi Banyuasin.

Untuk  melaksanakan  berbagai  proyek  dimaksud,  diduga  telah  ada  arahan  dan  perintah dari  DRA  kepada  HM,  EU  dan  beberapa  pejabat  lain  di  Dinas  PUPR  Kabupaten  Musi Banyuasin  agar  dalam  proses  pelaksanaan  lelangnya  di  rekayasa  sedemikian  rupa, diantaranya  dengan  membuat  list  daftar  paket  pekerjaan  dan  telah  pula  ditentukan  calon rekanan  yang  akan  menjadi  pelaksana  pekerjaan  tersebut.

Selain itu DRA juga telah menentukan  adanya  prosentase  pemberian  fee  dari  setiap  nilai proyek  paket  pekerjaan  di  Kabupaten  Muba  yaitu  10  %  untuk  DRA,  3  %  s/d  5  %  untuk HM dan 2% s/d 3 % untuk EU serta  pihak  terkait  lainnya. 

 Untuk  TA  2021  pada    Bidang  Sumber  Daya  Air  Dinas  PUPR  Kab.  Muba,    perusahaan milik  SUH  menjadi  pemenang  dari  4  paket  proyek  sbb  : 
 a.  Rehabilitasi  Daerah  Irigasi  Ngulak  III  (IDPMIP)  di  Desa  Ngulak  III,  Kec.  Sanga  dengan nilai  kontrak  Rp2,39  Miliar.  
 b.  Peningkatan  Jaringan  Irigasi  DIR  Epil  dengan  nilai  kontrak  Rp4,3  Miliar.   
c.  Peningkatan  jaringan  irigasi  DIR  Muara  Teladan  dengan  nilai  kontrak  Rp3,3  Miliar. 
d.  Normalisasi  Danau  Ulak  Ria  Kecamatan  Sekayu  dengan  nilai  kontrak  Rp9,9  Miliar   Total  komitmen  fee  yang  akan  diterima  oleh  DRA  dari  SUH  dari  4  proyek  dimaksud sejumlah  sekitar  Rp2,  6  Miliar. 

Sebagai realiasi  pemberian  komitmen fee  oleh  SUH atas  dimenangkannya  4  proyek  paket pekerjaan  di  Dinas  PUPR  tersebut,  diduga  SUH  telah  menyerahkan  sebagian  uang   tersebut  kepada  DRA  melalui  HM  dan  EU. 

Ali Fikri mengatakan  bahwa Atas  perbuatannya  tersebut,  para  Tersangka  disangkakan  melanggar  pasal,  sbb  : •  SUH selaku pemberi  disangkakan  melanggar  Pasal  5  ayat  (1)  huruf  a  atau  Pasal  5  ayat (1)  huruf  b  atau  Pasal  13  Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  31  Tahun  1999 tentang  Pemberantasan  Tindak  Pidana  Korupsi  sebagaimana  telah  diubah  dengan Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  20  Tahun  2001  tentang  Perubahan  Atas Undang-Undang  Nomor  31  Tahun  1999  tentang  Pemberantasan  Tindak  Pidana  Korupsi. 

Dan terhadap penerima,DRA,  HM,  dan  EU  selaku  penerima  disangkakan  melanggar  Pasal  12  huruf  (a)  atau Pasal  12  huruf  (b)  atau  Pasal  11  Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  31  Tahun 199  tentang  Pemberantasan  Tindak  Pidana  Korupsi  sebagaimana  telah  diubah  dengan Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  20  Tahun  2001  tentang  Perubahan  Atas Undang-Undang  Nomor  31  Tahun  1999  tentang  Pemberantasan  Tindak  Pidana  Korupsi Jo  Pasal  Pasal  55  ayat  1  ke  1  KUHP.   7.  Untuk  keperluan  proses penyidikan,  Tim  Penyidik  melakukan  upaya  paksa penahanan  kepada para  tersangka  untuk  20  hari  pertama,  terhitung  mulai  tanggal  16  Oktober  2021  s/d  4 November  2021  di  Rutan  KPK,  sbb  , DRA ditahan  di  Rutan  KPK  pada  Kavling  C1. Sementara HM ditahan  di  Rutan  KPK  pada  Pomdam  Jaya  Guntur.
EU ditahan  di  Rutan  KPK  Gedung  Merah  Putih.   

SUH Ditahan digedung Merah Putih KPK,Untuk  tetap  menjaga  dan  terhindar  dari  penyebaran  Covid  19  dilingkungan  Rutan  KPK,  para Tersangka  akan  dilakukan  isolasi  mandiri  selama  14  hari  pada  Rutan  masing-masing.  

Dan tak Lupa Ali Fikri,bahwa pihaknya KPK  berterima  kasih  atas    dukungan  masyarakat,  pihak  Kepolisian  Daerah  dan  Kejaksaan Tinggi  Sumatera  Selatan  yang  turut  membantu kelancaran  rangkaian  kegiatan  tangkap  tangan ini. 

Sebagai  Pejabat  publik  yang  mendapatkan  amanah  untuk  melaksanakan  pembangunan sudah  seharusnya  memedomani  aturan  dan  prosedur  dalam  ketentuan  pengadaan  barang dan  jasa.  Bukan  justru  menyalahgunaan  kewenangannya  untuk  mengambil  keuntungan pribadi  dari  pengerjaan  proyeknya.   

Demikian  halnya  bagi  pihak  swasta  sebagai  partner  pemerintah  dalam  melaksanakan pembangunan,  sudah  semestinya  menjalankan  praktik  bisnisnya  dengan  jujur  dan berintegritas,  sehingga  dapat  menghindari  praktik-praktik  korupsi.

Alhasil  pembangunan  yang  dijalankan  dapat  memberikan  manfaat  dan  daya  guna  yang optimal  dalam  mendukung  perekonomian  dan  kemakmuran  masyarakatnya.tutup Ali Fikri.
Komentar Anda

Berita Terkini