Paten!Wakil Menteri Perdagangan RI Berangkatkan Produk UMKM Sumut Ke Luar Negeri | TOPINFORMASI.COM

Paten!Wakil Menteri Perdagangan RI Berangkatkan Produk UMKM Sumut Ke Luar Negeri

/ Sabtu, 07 November 2020 / 15.52


Topinformasi.com

Wakil Mentri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Jerry Sambuaga,MA bersama Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengapresiasi produk UMKM di Sumut ke  Internasional.


Dalam apresiasinya, Wamen bersama Gubsu dan pemerintah daerah turut langsung dalam pelepasan produk UMKM yang sudah dikemas di kontainer dan mobil boks untuk dikirim ke luar negeri melalui pelabuhan Belawan.


Acara pelepasan juga disaksikan Kepala BI Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat, Kadis Perindag Kabupaten Deli Serdang, Kepala Beacukai, Kepala Balai Karantina, Deli Serdang, Kepala PT Pos, dan pejabat lainnya di kantor dan tempat produksi Sarang Burung Walet di Komplek MMTC, Desa Medan Estate, Kabupaten Deli Sersang, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (7/11/2020) siang.



Produk UMKM tersebut merupakan hasil karya dan asli produk Sumatera Utara berupa, Sarang Burung Walet yang dikelola, Rusiana CEO PT. Ori Ginalnest Indonesia yang memproduksi sarang burung walet, serta pelepasan produk singkong dari PT Alpha Gemilang Sejahtera.


Dimana, PT Ori Ginalnest Indonesia yang beralamat di Komplek MMTC, Desa Medan Estate mengekspor produk sarang burung walet ke Negara China, Eropa, USA, Australia, Taiwan dan Singapura. Sedangkan PT Alpha Gemilang Sejahtera yang memproduksi produk beberbasis Singkong/Ubi diekspor ke Negara Korea Selatan dan Malaysia.


Dihadapan Wamen, Gubsu dan pejabat lainnya yang, Rusiana selaku menyebut bahwa indonesia memiliki Sarang Burung Walet terbesar di dunia. Meski hampir seluruh penjuru terkena imbas wabah corona, namun tak begitu berimbas untuk pelaku UMKM yang dikelolanya.



“Kabar baiknya ekspor burung walet kami semakin meningkat, terutama ke negara Cina. Walet ini komoditas ekspor unggulan di Indonesia,” kata dia.


Dalam hal ini, ia juga berharap kepada pemerintah, agar kegiatan usahanya didukung. Sebab, UMKM tersebut juga sebaga sarana promosi produk asli Indonesia ke kancah Internasional.


“Kita juga mempromosikan sarang burung walet produk Sumatera Utara ke luar negeri. Masih banyak yang perlu kita perhatikan dalam membenahi ini lebih baik lagi. Untuk itu, kami sangat butuh support pemerintah. Kita punya impian buat museum, membiana UMKM baru sarang burung walet, dan lainnya,” ungkapnya.



Hal senada juga diharapkan, Muhdi, Sag. Sebagai pelaku UMKM sekaligus Ketua UMKM Sumatera Utara, dirinyalah salah satu pelaku UMKM yang terimbas Pandemi Covid-19.


“Saat ini yang paling terpuruk adalah UMKM, kami sangat menjerit saat ini. Bagaimana kepedulian pemerintah saat ini. Kami masih sekitar 30 persen yang dapat bantuan dari Pemerintah. Kami sudah banyak jual aset untuk melanjutkan usaha kami. Khusunya opak singkong kami. Biasa 50 ton perhari,” ungkapnya.


Saat ini Muhdi yang juga didampingi Suhendra pelaku UMKM Opak Singkong dan Ketua UMKM Sumatera Utara, Pujiana boru Sianturi berharap pemerintah Sumut dapat membantu akan keterbatasan lahan dalam meningkatkan tanaman Singkong.



“Kami hanya minta sarananya. Sehingga kita pinjaman ke bank bisa, karena tanah kami hanya SK Camat. Terus pasilitas kami belum berkualitas. Dengan harapan dukungan dan sarana pemerintah nantinya kami bisa memenuhi permintaan Internasional,” kata Muhdi.


Mudi mengaku sudah memulai usaha pembuatan berbagai jenis Keripik yang terbuat dari Singkong di tempat tinggalnya Jalan Tunas Mekar, No.258, Desa Tuntungan II, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumatera Utara, sejak tahun 1999 silam.


Karirnya sudah go internasional sejak tahun 2015 silam. Saat ini tak hanya negara Korea Selatan, negeri jiran Malaysia juga sebagai langganan ekspornya.


“Kalau di dalam negeri. Opak Singkong kita dalam 1 ton dikirim ke seluruh Indonesia. Saat ini ada 1000 ton ke beberapa perwakilan kita tertahan. Kami memohon, semoga produk Singkong ini bisa mendapatkan dana segar. Berbasis Singkong ini juga banyak menyerap tenaga kerja, seperti penanam, penggorengan, dan sebagainya,” sebutnya.



Menanggapi ulasan dan juga kelurahan pelaku UMKM, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan bahwa saat ini baru 800 ribu masyarakat Sumut yang terealisasi bantun pemerintah. Padahal, sebagai Gubsu ia menargetkan 1500 orang.


“Target saya 1500 saja, tapi UMKM kita gak punya KTP, tak punya surat-surat, jadi bagaimana mau dibantu. Saya cuma minta, ayok punya identitas. Dan bukan hanya UMKM Kripik Singkong saja yang merasakan dampak Covid-19, semua menjerit. Kemarin 200 ribu ton ikan di kerambah milik peternak mati. Jadi kita memikirkan semuanya,” ujarnya.Pun begitu, ia berjanji terus mendukung UMKM di Sumut. Dia juga berjanji akan membangun serta mensosialisasikan ke masyarakat.


“Saya sangat salut dan apresiasi kepada ibu/bapak pelaku UMKM. Tolong kenalkan produk asli Sumut ini ke negara luar. Dulu saya dipilih oleh kalian, jadi akan kubantu. Kalau tak saya bantu, Tuhan yang marah sama saya,” tegasnya.


Menyahuti dan mendengar pernyataan Gubsu dan para pelaku UMKM, Wamen Perdagangan RI Dr. Jerry Sambuaga mengakui rasa kebanggaan Kementrian Perdagangan dalam hal pelepasan ekspor tersebut.


“Ini adalah potensi karya lokal Sumut. Kami sudah melihat secara langsung secara seksama pembuatannya tadi. Kita melihat dari ibu (Rusiana) bagaimana membudidayakannya. Disini kita lihat bahwa sarang burung walet ini asli dari kita. Dan kita akan tunjukkan kepada duni bahwa ini milik kita,” sebutnya.


Dirinya berharap dan menyarankan agar Ibu Rusiana tak hanya mengekspor sarang burung walet miliknya secara mentah, tapi bisa mengekspor bahan siap dan sudah jadi.


“Dan kami sesuai arah Presiden, Kementrian Perdagangan itu diharapkan membuat neraca perdagangan yang surplus. Perhari ini neraca perdagangan indonesia mencapai 13,51 US Dolar. Artinya, ekspor kita lebih tinggi dari pada Impor. Ini sesuatu yang positif,” bebernya.


Maka dari itu, Dr. Jerry mengaku bahwa pemetaan terhadap pelaku UMKM ini berlanjut hingga ke seluruh penjuru di Indonesia. Karena, sesuai dengan agenda, berbagai wilayah di Indonesia menjadi agenda untuk dikunjungi melirik pelaku UMKM unggulan lainnya.


“Kita dapat catatan dari Kemdag, hampir setiap saat kita melakukan pemetaan dan produk-produk apa yang bisa di ekspor dan produk mana yang unggulan. Kami akan melakukan produk meching, dan akan kami ekspan ke luar negri. Indonesia itu besar, produk-produknya besar, itu yang harus kita petakan,” pungkasnya.(ab)


Komentar Anda

Berita Terkini