TOPINFORMASI.COM
Medan - Sah dapat sertifikat khusus dari lembaga lain dan tentunya legal penjualan narkotika jenis pil ekstasi atau inex di Krypton Eksekutif KTV Jalan Gajah Mada, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru. Pasalnya, penjualan inex enak dan obat jenis baru di TKP sangat masif dan bebas tanpa tersentuh pihak kepolisian dan penegak hukum lainnya yang ada di Sumut khususnya Kota Medan.
"Kalau ada pun transaksi inex, ketamine dan heppy five itu diabaikan dan diam - diam saja terjadi di Krypton KTV Jalan Gajah Mada Medan, " ucap warga Medan J Yanto kepada wartawan di depan Mapolrestabes Jalan HM Said Medan, Jumat (6/2/2026).
Kata dia, dibilang bebas kenyataannya memang begitu, sebab kawasan Tempat Hiburan Malam (THM) Krypton sudah mendapatkan sertifikat khusus jadi legal jualan inex jenis baru dan sudah melakukan koordinasi kepada penegak hukum di Medan.
"Manajemen Krypton yang banyak uang dan pemilik dari salah satu anggota DPRD Medan itu, sudah mampu menyiapkan uang ratusan juta rupiah kepada penegak hukum yang ada di Medan setiap bulannya. Apalagi setingkat Polsek sudah pasti mendapatkan uang jutaan rupiah setiap bulan. Kalau setingkat Polres mana laku bahkan lebih yang diperoleh setingkat Polres. Jadi perputaran uang untuk jualan inex di Krypton, luar biasa setiap malam weekend bisa dapat untung ratusan juta rupiah, itu jualan narkotika belum lagi miras kelas premium. Pokoknya inex dan miras kelas premium atau anak kampung bilang grade A hanya ada dijual di Krypton Jalan Gajah Mada Medan, bang, " terangnya.
Di Krypton Jalan Gajah Mada Medan, beli inex bagaikan kacang goreng gak ada sulitnya, waiters dan manajemen Krypton sudah pasti menawarkan inex premium yang digunakan untuk anak sultan. Seperti inex granat hijau dan helfi biru dipatok harga hanya Rp 350 ribu.
"Gak ada habisnya inex jenis baru di Krypton yang kelas premium. Meski dirazia oleh tim gabungan Polda Sumut dan BNNP Sumut, inex kelas premium gak akan habis. Itu kalau dirazia dua pekan lamanya atau setiap malam razia baru habis dan miskin owner THM Krypton tersebut. Walaupun salah satu owner Krypton ada yang anggota DPRD Medan, pasti tak mampu memberikan subsidi. Kalau mampu tak masalah, Polda Sumut razia lagi, sebab pihak kepolisian paling senang untuk memiskinkan pengelola narkotika di Medan, " tuturnya.
Padahal sebelumnya dari TKP yang digerebek itu ada 11 pengunjung yang diamankan petugas Polda Sumut positif narkoba, " ucap warga Medan J Yanto.
Namun, setelah digerebek, manajemen Krypton tidak gentar ditindak lebih keras malahan menantang untuk ditutup. Soalnya untung menjual barang haram di THM tersebut keuntungannya cukup besar dari pengunjung.
"1 butir inex seperti Granat Hijau maupun Helfi Biru dibandrol Rp 350 ribu. Sedangkan inex yang lain dihargai Rp 300 ribu, " tambahnya.
Jenis inex baru yang harganya Rp 300 ribu yakni, Heineken, Labubu, Hello Kitty, Red Bull, Trisula, Helfi Dua Warna, Transformer, Rolex Ping, Rolex Kuning, Rolex Hijau, WA dan IG.
Selain itu, tidak goyah sedikitpun melihat manajemen Krypton membuka hiburan malam beroperasi 24 jam tanpa jeda dan melanggar aturan jam operasional dari Pemko Medan dan selalu bisa mengkondisikan semuanya.
Apalagi berani menantang Polda Sumut, BNNP dan Polrestabes Medan, yang sangat mudah menindak dan menutup tempat hiburan malam yang ada buka 24 jam tanpa jeda tersebut.
Karena itu, tambahnya, kalau ini juga dibiarkan terus - menerus, selalu warga tidak tinggal diam dan akan melakukan demo ke Polrestabes Medan.
"Krypton jangan dikasih kesempatan langsung besar kepala, menjual narkotika bebas. Kalau ini dibiarkan hancur generasi muda di Medan dan sekitarnya, " ujarnya.
Dia juga meminta setiap malam weekend, Polda Sumut melakukan razia malam di Krypton yang buka 24 jam tanpa jeda tersebut. Kata dia, kalau Polsek setempat yang melakukan razia ecek - ecek sudah diatur untuk koordinasi.
"Polda Sumut yang ambil alih penggerebekannya pasti sangat terasa. Sedangkan untuk warga mendukung penuh untuk menindak segala macam peredaran gelap narkoba di Jalan Gajah Mada Medan tersebut, " terangnya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak sangat komitmen dalam pemberantasan narkotika di tempat hiburan malam.
Sehubungan dengan itu, kalau tidak koperatif manajemen Krypton, siapkan saja sejumlah pasukan terlatih dan mobil patroli mutar -mutar di Jalan Gajah Mada Medan pasti banyak pengunjung balik kanan.
"Kalau bisa satu mobil pemburu preman Polrestabes Medan parkir saja 100 meter dari Krypton pasti ramai pengunjung itu, " tandas J Yanto.
Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yusuf Nugraha ditanyai, mengenai maraknya peredaran pil ekstasi atau inex di Krypton masih enggan memberikan keterangan dan masih irit berbicara.
Teks photo.
Krypton KTV Jalan Gajah Mada Medan, Jumat (6/2/2026).
