Aksi Pencurian Disekitar Mako Polres Batubara Kerap Terjadi, Warga Minta Tolong Ke Kapolres

/ Senin, 02 Februari 2026 / 13.51

Batubara. Topinformasi.com

Kondisi keamanan di Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara, semakin memprihatinkan akibat maraknya aksi pencurian yang semakin merajalela. Puluhan warga khususnya di Blok 8 diterpa rasa ketakutan danb kekecewaan karena para pelaku terus berani melakukan kejahatan tanpa rasa takut.

Warga juga berharap adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian Resor Batubara.

Warga telah lama merasakan dampak buruk dari maraknya aksi pencurian di lingkungannya. Mulai dari kebun kelapa sawit milik petani yang menjadi sumber mata pencaharian utama hingga barang berharga di dalam rumah. Mulai dari perabot rumah tangga, peralatan elektronik, sepeda motor, bahkan bahan bangunan seperti besi dan kayu seringkali hilang.

“Tolong Bapak Kapolres Batubara, "kami sudah tidak tahan lagi dengan situasi yang seperti ini. Setiap hari kita hidup dalam ketakutan – takut kebun sawit yang kita rawat dengan susah payah dicuri, takut rumah kita menjadi target selanjutnya. Kami resah sekali dengan aksi pencurian di Limapuluh Kota ini. 

Harapan saya yang paling utama: segera tangkap mereka semua, jangan biarkan pelaku berlari dan terus mengganggu masyarakat!” tegas seorang warga lansia berusia 71 tahun yang hanya dikenal dengan inisial TH, saat ditemui di kediamannya di Blok 8, Rabu pagi 31/1/ 2026.

TH menjelaskan bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat pencurian sangat besar bagi warga blok 8. Sebagian besar warga di Limapuluh Kota bergantung sepenuhnya pada hasil kebun sawit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, membayar biaya pendidikan anak-anak, hingga biaya kesehatan keluarga. Ketika hasil panen yang sudah siap dipetik tiba-tiba hilang dicuri, itu bukan hanya kerugian materi yang dirasakan, melainkan juga harapan yang hancur.

“Kita merawat pohon sawit selama bertahun-tahun, menyiram, menyiangi, memupuk dengan penuh kerja keras. Ketika akhirnya siap panen, malah habis dicuri. Bagaimana kita bisa hidup? Siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian kita?” tambah TH dengan nada penuh emosi.

Kekecewaan yang mendalam juga diutarakan oleh Sitinjak (45), warga Blok 8 yang juga menjadi korban pencurian.
Komentar Anda

Berita Terkini