Gawat! Pembangunan Properti Jewel Garden Diduga Abaikan Undang-Undang, Pemerintah Daerah Terkesan Tutup Mata

/ Rabu, 19 November 2025 / 18.27

Deli Serdang , TOPINFORMASI.COM- Kontras dengan geliat pembangunan properti di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang berupaya menciptakan suasana damai dan tertib dengan mematuhi peraturan daerah, sebuah proyek properti bernama Jewel Garden justru menuai sorotan tajam. Terletak di Jalan Haji Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, proyek ini diduga kuat mengabaikan sejumlah ketentuan dan meresahkan masyarakat. Rabu (19/11/2025).
 
Pantauan di lokasi menunjukkan dampak pembangunan Jewel Garden yang menimbulkan polusi udara akibat debu saat kering, lumpur yang berserakan di jalan protokol, serta kerusakan jalan yang berlubang. Kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga seringkali menyebabkan kecelakaan bagi para pengguna jalan.
 
Keresahan masyarakat, baik pengguna Jalan Haji Anif maupun warga sekitar lokasi pembangunan, semakin memuncak. Ironisnya, tak satu pun pihak pengembang maupun pekerja yang bersedia bertanggung jawab atas dampak negatif yang ditimbulkan.
 
Salah seorang awak media (BM) menjadi korban saat tergelincir dan jatuh di depan proyek, tepatnya di Jalan H. Anif menuju Mabar Hilir, Medan. Ia menyaksikan betapa semrawutnya kondisi di lokasi pembangunan Jewel Garden. Lumpur tebal dan jalan rusak dibiarkan begitu saja oleh pihak pengembang, sehingga seringkali memicu kecelakaan lalu lintas.
 
Menurut Biring, warga yang bermukim tepat di depan pintu masuk truk pengangkut tanah timbun, masyarakat sudah kehilangan harapan. "Kami sudah hilang harapan, Bang. Ke mana lagi kami harus mengadu? Tidak ada yang mau peduli. Bukan Abang saja yang menjadi korban kecelakaan di sini, bahkan sampai ada yang tewas terlindas truk karena jatuh di jalan ini," ungkapnya dengan nada putus asa.
 
Biring menambahkan bahwa jalan tersebut merupakan akses penghubung antar daerah yang sangat padat setiap jamnya. Lumpur dan kerusakan jalan yang parah akibat lalu lalang mobil berat proyek menjadi penyebab utama masalah ini. "Sempat kami berdemo di sini, tapi malah kami ditertawakan. Aparat desa dan banyak instansi pemerintah terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, juga tidak mau tahu. Mereka hanya berkata 'Nanti akan kami tindak lanjuti,' sampai kami lelah mengadu pun semua tidak ada yang bertindak. Ke mana lagi kami harus mengadu? Ya, terpaksa kami diam," jelasnya.
 
Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi dan meminta nomor ponsel manajer Jewel Garden, tak seorang pun bersedia menanggapi. Para penjaga keamanan hanya mengatakan, "Kami cuma pekerja, Bang, mengikuti arahan yang di atas," sebelum menghindar dari pertanyaan wartawan.
 
Terhitung sejak lima bulan berjalannya pembangunan properti Jewel Garden, sudah puluhan pengendara yang menjadi korban kecelakaan, bahkan ada yang meninggal dunia. Namun, kondisi yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan tersebut terlihat dibiarkan begitu saja. Tidak ada satu pun aparatur negara dan sipil pemerintahan wilayah yang hadir meninjau ataupun memberikan solusi terbaik bagi masyarakat. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa "siapa banyak uang, dia berkuasa.(Tim) 
Komentar Anda

Berita Terkini