Pengemis Berusia 89 Tahun Asal Balige Ditemukan Tewas di Kamar VIP Kost/Penginapan 'Batubara' Kisaran | TOPINFORMASI.COM

Pengemis Berusia 89 Tahun Asal Balige Ditemukan Tewas di Kamar VIP Kost/Penginapan 'Batubara' Kisaran

/ Kamis, 29 Juli 2021 / 11.52



TOPINFORMASI.COM, ASAHAN - Seorang pria lanjut usia ditemukan tak bernyawa di kamar kost/penginapan 'Batubara' yang berada di Jalan Diponegoro, Lingkungan III, Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumut, Rabu (28/07/2021) malam. 


Informasi dihimpun dilokasi, jasad pria renta bernama Johan Tambunan (89) asal Kelurahan Lumban Dolok Haumebange, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba itu, pertama kali ditemukan oleh Markus Tambunan (21) sekira pukul 18.30 WIB. 


Saat itu, kata Markus, dirinya yang merupakan anak angkat korban, baru saja pulang dari apotek untuk membeli beberapa macam obat yang biasa dikonsumsi sang ayah.  



"Waktu aku buka pintu, ku tengok Bapak uda ada di lantai dengan posisi telentang gak pake baju. Aku langsung teriak dan minta tolong ke Ibu yang punya kost buat telponkan ambulan atau polisi", sebutnya. 


Pria uzur (sepuh) yang kesehariannya mengemis di perempatan lampu merah Simpang Katarina, Kota Kisaran ini diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung serta asam urat.


"Hampir seminggu ini Bapak ngeluh sakit, asam urat dikakinya kumat. Sudah 5 (lima) hari ini juga kami gak kerja, biasa kami berangkat sama naik becak. Pergi jam 5 subuh, pulang jam 10 pagi", katanya.  


"Mamak sudah gak ada. Anak kandung Bapak ada 6 (enam) orang, 4 laki-laki, 2 Perempuan, ada yang di Medan ada yang di Balige, tapi keluarga banyak di Balige", tambahnya. 



Masih kata Markus, mereka sudah hampir satu tahun belakangan ini, tepatnya pada Agustus 2020 lalu, sudah menempati kamar VIP nomor 4 di kost/penginapan berlantai 3 (tiga) tersebut. 


"Dari bulan 8 (delapan) kami nginap disini bg, kami bayarnya harian, per harinya itu 50 (lima puluh ribu rupiah)", tutupnya. 


Sementara itu, Lurah Sendang Sari, Bambang Samudra menjelaskan, begitu dirinya mendapat informasi terkait peristiwa tersebut, pihaknya lansung menghubungi aparat kepolisian dan rumah sakit. 


"Saya dapat kabar dari Pak Kepling III, ada orang meninggal di kos-kosan. Tak lama saya bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas lansung datang, terus telepon pihak kepolisian dan rumah sakit umum", jelasnya saat dilokasi. 



Tak lama berselang, beberapa petugas dari Polres Asahan berpakaian preman datang untuk memeriksa serta mengamankan barang-barang korban untuk proses identifikasi awal. 


Terkait penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian bersama petugas dari Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) sudah mengevakuasi jasad korban untuk kepentingan proses autopsi. (rendi).

Komentar Anda

Berita Terkini