Mantan Wartawan Tak Doakan Bos Korannya Jadi Ketua PWI | TOPINFORMASI.COM

Mantan Wartawan Tak Doakan Bos Korannya Jadi Ketua PWI

/ Sabtu, 10 Juli 2021 / 17.40

 


Medan.Topinformasi.com

Siapa calon Ketua PWI Sumut, 2020-2025, masih abu-abu. Sejumlah pihak ramai-ramai mendoakan salah satu caket (calon ketu).


Misalnya saja, para mantan wartawan sebuah media cetak. Mendukung dan mendoakan petahana, bukan calon lain yang notabene bos koran, tempat para mantan wartawan tersebut berkarya.


Para mantan wartawan dan  karyawan itu malah mendukung dan mendoakan H Hermansjah SE.


"Semoga Allah SWT meridhoi Bang Haji Hermansjah SE memimpin kembali PWI Sumut ," ujar Mayjen Simanungkalit melalui Video Call bersama para wartawan di Rumah Makan Joko Solo, Teladan, Sabtu (10/07/2021).


Mantan-mantan wartawan itu diantaranya;  Mayjen Simanungkalit, Syawal Rifai, Elviani Tanjung, Aswani Hafit, Edrin, Ardiansyah, Jamal dan Chairum Lubis, SH


Mereka bertekad akan mengawal PWI yang berintegritas, melayani dan peduli profesi 


Selama kepemimpinan H Hermansjah SE, 2015-2020, telah meraih penghargaan sebagai PWI terbaik Tahun 2019, setelah PWI Jateng dan DKI Jaya.


Kemudian, berhasil merenovasi gedung senilai Rp1,6 milyar, Porwanas PWI Sumut berhasil meraih tempat terhormat dengan tiga perak, dan dua perunggu, UKW sepanjang periodesasi 2015-2020 sebanyak 30 kali kegian dengan melahirkan lebih seribu wartawan profesional (kompeten).


Berhasil dalam kaderisasi keanggotaan dari sebelumnya 500 lebih anggota pwi (muda dsn biasa) sumut sekarang lebih 750 anggota PWI Sumut. 


Berhasil memasukkan tiga Anggota pwi menjadi pengurus pwi pusat terdiri Penasehat HM Yazid (LKBN Antara) dan dua di kepengurusan Komisi yakni Dr Ali Murthado (Analisa) di Komisi Penyiaran. 


"Di bidang pendidikan, Dr Dedi Sahputra (Waspada) di Komisi UKW PWI Pusat,"kata mereka.


Pemekaran kepengurusan PWI Kabupaten/Kota dari semula 9 menjadi 16 kabupaten/kota dan dua kepengurusan Pokja terdiri Pokja PWI Sibolga dan Pokja PWI Kota Medan.


Melanjutkan pembangunan 234 unit bangunan di kompleks perumahan PWI Sumut. Semula telantar, selama Lima tahun 2015-2020 dilanjutkan pembangunan oleh perorangan dan 99 persen lahan dikuasai pemilik lahan. Satu kavling lahan dikuasai preman yang segera dibebaskan.


Koperasi karena ada ketentuan soal pembentukan badan hukum baru, badan hukum lama harus diubah sehingga agak terkendala saat menjalankan roda organisasi.


PWI Sumut mengusulkan nama Ibrahim Sinik sebagai nama salah satu jalan di Medan. Kemudian diputuskan nama jalan Sutrisno/antara Medan diubah jadi nama Jalan Ibrahim Sinik.


Berhasil merenovasi bangunan gedung PWI Sumut sudah hampir 30 tahun tak dirawat dan pada TA APBD 2018 direnovasi Pemprovsu senilai Rp1,6 milyar. Bangunan renovasi itu sempat beberapa kali terkendala saat kepengurusan sebelumnya dan terlaksana saat kepengurusan 2015-2020. 


Pun gelar PWI terbaik sebagai penyelenggara UKW dan Mencalonkan Sumatera Utara sebagai tuan rumah HPN. (red)

Komentar Anda

Berita Terkini