KPU Laksanakan Debat Publik, IJTI ASTARA Kecewa. | TOPINFORMASI.COM

KPU Laksanakan Debat Publik, IJTI ASTARA Kecewa.

/ Senin, 26 Oktober 2020 / 02.48

 



Topinformasi.com

TANJUNGBALAI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjung balai dinilai tidak ramah dengan para awak media. 


Penilaian itu datang setelah lembaga penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai itu melaksanakan debat publik di Grand Singgie Hotel,Minggu (25/10/20).


Bendahara Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Asahan, Tanjungbalai, Batu Bara (Astara) Fery Matondang secara terpisah mengutarakan kekecewannya,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) semestinya jangan tertutup dengan seluruh para awak media. 


" Seperti kita ketahui, KPU Tanjungbalai memberikan 3 tiket undangan untuk peliputan acara tersebut. Namun dalam hal ini, tidak ada perwakilan untuk wartawan eletronik. " Katanya. 


Dengan begitu, Fery kemudian mengganggap Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak menghargai keberadaan Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI). 


" Jika seluruh media yang ada di Kota ini tidak dibenarkan untuk melakukan peliputan debat dengan alasan protokoler Covid -19. 

Paling tidak ada perwakilan dari masing - masing unsur media yang meliput kedalam. Hal itu dilakukan ,agar tidak terjadi asumsi negatif bagi kita. " Pungkasnya . 


Hal senada juga dikatakan oleh Kordinator Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Eko Sirait dan Wanda. Menurut mereka berdua, Komisi Pemilihan Umum Kota Tanjung balai dibawah kepemimpin Luhut Parlinggoman Siahaan disinyalir tidak memahami fungsi maupun cara kerja wartawan Televisi itu sendiri. 


" Wartawan Televisi itu perlu pengambilan gambar langsung dilokasi. Jika alasannya protokoler kesehatan Covid -19 ,saya pikir itu hanya alasan yang tidak fer dan jelas bertentangan dengan tugas wartawan Televisi itu sendiri. " Kata Eko Sirait. 


Kenapa dikatakan demikian,sambung Kontributor TRIBARATA TV ini lagi, bahwa hingga saat ini, wartawan Televisi di Kota Tanjungbalai tidak ada yang terpapar dengan virus Corona atau Covid -19. 


" Kalau tidak diperbolehkan wartawan meliput ke lokasi kegiatan. 

Seharusnya semua tidak diperbolehkan, kenyataannya kan ada yang diundang. Perbuatan itu jelas menciderai rasa keadilan hak untuk memperoleh informasi dari wartawan Televisi itu sendiri. " Tutup Eko Sirait. 


Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjung balai,Luhut Parlinggoman Siahaan usai kegiatan debat publik berlangsung tidak berhasil dikonfirmasi dilokasi. (Tim)

Komentar Anda

Berita Terkini