TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution Lakukan Rapid Test Secara Drive Thru di RS USU

/ Jumat, 12 Juni 2020 / 07.27

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution Lakukan Rapid Test Secara Drive Thru di RS USU

Topinformasi.com-
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution Msi, melakukan rapid test secara drive thru, yang diselenggarakan Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) di pelataran Parkir Timur RS USU, Jalan dr Mansyur Medan, Selasa (9/6) pagi. Rapid Test ini terselenggara, karena banyaknya sumbangan dari donatur yang mengalir, kepada RS USU. Yang bertujuan untuk membantu masyarakat, melakukan screening diri sejak dini.

Pada kesempatan tersebut, Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengatakan, “Terima kasih, sekaligus mengapresiasi atas pelaksanaan rapid test massal gratis, kepada masyarakat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada RS USU dan para donatur, yang telah menyumbangkan alat rapid test ini.

Kegiatan ini menjadi salah satu screening diri, bagi masyarakat untuk mengetahui apakah dirinya terindikasi Corona virus atau tidak?. Dengan mengetahui sejak awal, tentunya kita dapat melakukan penanganan secara mandiri terlebih dahulu, jika tidak terjadi gejala yang serius,” ucap Akhyar didampingi Camat Medan Baru, IC Simbolon dan Kabag Humas Setda Kota Medan, Arrahmaan Pane.

Lebih lanjut, Akhyar mengatakan, “Pemko Medan juga sedang melakukan rapid test kepada jajarannya, terutama Aparatur Pemerintahan pada garis terdepan. Seperti kepada Camat, Lurah, Puskesmas, dan Kepala Lingkungan. “Rapid test kepada jajaran lini terdepan Pemko Medan ini, diharapkan dapat lebih memberikan kepercayaan diri kepada mereka, sebagai aparatur tentang kesehatannya, sehingga mampu melayani masyarakat.

Jika ada positif pada rapid test, tentu dapat langsung mengambil langkah isolasi mandiri, atau jika terdapat gejala yang meresahkan, dapat langsung medapat perawatan yang lebih intensif,” ucap Akhyar.

Setelah selesai melakukan rapid test selektif bagi aparatur Pemerintah, Dan selanjutnya akan dilakukan rapid test kepada masyarakat. “Kita (Pemko Medan) akan segera melakukan rapid test kepada masyarakat Kota Medan. Sebanyak mungkin akan Pemko Medan usahakan, untuk melakukan rapid test kepada seluruh masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai screening massal untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk, jika pernah terpapar virus Corona. Dengan begitu kita nanti akan mampu memetakan lebih cepat dan mengambil tindakan,” ucapnya.

Akhyar menambahkan, “Nantinya, rapid test akan diutamakan pada Kecamatan, yang tingkat penularannya tinggi. “Sudah terjadi pergerseran penularan di Kota Medan, sekarang penularan tertinggi itu ada di Kecamatan Medan Area, kemudian Medan Denai.

Di sini potensi eksponensialnya besar sekali. Karena memang kehidupan masyarakat di sana rumahnya padat, kehidupannya ramai. Jadi kami akan fokus kepada Kecamatan-kecamatan yang menjadi pusat penularan yang tinggi di Kota Medan,” jelas Akhyar.

Terkait penerapan new normal di Kota Medan, Akhyar mengatakan “Sampai saat ini Pemko Medan belum menetapkan Kota Medan masuk ke era new normal, Karena, kita masih mempersiapkan infrastruktur-infrastruktur menuju kesana. “Untuk saat ini Kota Medan belum memasuki era new normal, Seperti beberapa Kota lainnya di Sumut dan Indonesia.

Itulah kita berharap dengan membangun sebuah kultur baru, sebuah budaya baru. Semua masyarakat, siapapun dia ayo kita semuanya berpartisipasi, bergotong-royong bersama, membangun sebuah kultur baru, sehingga kita bisa menuju keadaan new normal tersebut ,” ucap Akhyar.

Akhyar selanjutnya mengatakan “Mengenai kultur baru tersebut, saya mengaku telah berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama, untuk terlibat mengedukasi masyarakat guna membangun kultur baru tersebut. “Pertama ikuti protokol kesehatan, menggunakan masker. Jadi masker ini merupakan sebuah budaya baru bukan aksesoris, masih banyak masyarakat mengganggap masker ini merupakan aksesoris padahal ini adalah budaya baru kita.

Lalu menjaga jarak, hindari kerumunan, rajin-rajin cuci tangan pakai sabun. Itu aja sebenarnya tidak berat. kalau kita mau melaksanakannya, tapi banyak hal yang belum kita patuhi,” ucap Akhyar.

Sementara itu, Rektor USU, Prof DR Runtung Sitepu, SH.Mhum mengatakan “Rapid test ini digelar, untuk membantu masyarakat dan mengetahui sejak dini warga yang terindikasi Covid-19. Perlu diketahui, tambah Rektor USU, rapid test ini merupakan bantuan dari pihak ketiga, yakni Perguruan Tinggi Tridarma, dengan tujuan untuk membantu masyarakat dan pemerintan dalam mengcegah penularan Covid-19 di Kota Medan semakin meluas lagi nantinya.

“Jadi banyak donatur yang memberikan sumbangan kepada USU, baik berupa reagensia, alat rapid test, berbagai APD yang diserahkan itu, tidak pernah satupun kita lakukan komersialisasi di sini. Gratis datangnya, gratis kita berikan ke masyarakat.

Karena bantuannya cukup besar, jadi kita juga akan mendistribusikan ke beberapa Kabupaten/ Kota, yang ada di Sumut. Kepada masyarakat Kota Medan kita utamakan, kita juga sudah menyusun daftar untuk memberikan, menyalurkan bantuan rapid test ini, ke beberapa Kabupaten/ Kota, yang ada di Sumut.

Jadi, tidak terpusat hanya di USU saja. Di daerah bisa dilakukan dengan alat yang kita berikan ini,” ucap Runtung Sitepu.

Lebih lanjut Runtung mengatakan, “Sejak Senin (8/6), mulai pukul 09.00 Wib – 12.00 Wib, Rumah Sakit USU melaksanakan rapid test massal secara gratis dan ada sekitar 200 orang telah melakukan rapid test. Ini merupakan salah satu bentuk dari pengabdian untuk masyarakat.

Ada 2 cara untuk melakukan rapid test ini. Yakni dengan cara drive thru dan pemeriksaan di tempat, masyarakat hanya cukup membawa KTP dan nanti ada petugas atau Satpam yang mengarahkan, baik untuk drive thru, maupun pemeriksaan di tempat.

Rapid test ini dilakukan juga dengan memperhatikan protokol kesehatan. Hasil dari rapid test ini, akan langsung diberikan hari itu juga.

“Jika hasilnya negatif kita akan menghubungi, jika hasilnya positif, maka atas persetujuan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Dinas Kesehatan Kota Medan, untuk dilakukan swab test atau sosialisasi dengan cara pasien disuruh isolasi mandiri atau tidak berkeliaran kemana-mana.

Hasil langsung diinfokan yang positf. Kami berharap, dengan luas wilayah Kota Medan ini, kami imbau masyarakat untuk berani rapid test, sehingga kita dapat mempersempit jumlah yang positif dan mengurangi kita dampak yang lebih luas lagi,” ucap Runtung. (ts)
Komentar Anda

Berita Terkini