Anggota Kepolisian telah Mengantongi 2 Identitas Penembak Polisi

/ Senin, 27 Agustus 2018 / 13.59
Jakarta,Topinformasi --Polisi mengantongi dua dari tiga terduga penembak anggota PJR Ditlantas Polda Jabar, Aiptu Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana pada Jumat, 24 Agustus 2018, malam di KM 224 Tol Pejagan Cirebon masuk dalam Desa Tambelang Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon. Dua nama tersebut berinisial RJ dan IC.
Dari informasi yang didapat, RJ disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan seorang terduga teroris berinisial AS. Pria tersebut diamankan sebelumnya oleh Densus 88 Antiteror di kawasan Perumnas, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, pada Juli lalu.
Ketua RW 01 Kanggraksan Utara, Mayko Anwar membenarkan RJ merupakan salah satu penduduk yang menetap di Kanggraksan Utara. Dia pun menyatakan, RJ merupakan menantu AS.
“Memang benar warga saya. Dia dan istrinya (Nb) tinggal seatap dengan mertuanya. AS itu mertuanya RJ,” beber Mayko, Minggu, 26 Agustus 2018.
Diketahui, dari pernikahan RJ dan Nb dikaruniai seorang putri berusia satu tahun. Mayko mengatakan, RJ tinggal dan tercatat sebagai warga Kanggraksan Utara Kota Cirebon sejak menikah dengan Nb pada 2016 lalu.
Sehari-hari, RJ bekerja sebagai penjual gorengan sejak pagi hingga sore hari. Namun, mereka dianggap cenderung tertutup dengan warga lain.
“Seperti lebih banyak kegiatan keagamaan di luar pemukiman ini,” sebut Mayko.
Dia mengatakan, RJ diketahui telah menghilang saat penembakan terhadap dua anggota PJR terjadi. Dia bahkan sudah tak tinggal lagi di Kanggraksan Utara setelah mertuanya AS diamankan Densus 88 Antiteror.
Mayko mengaku sudah berulang kali mengingatkan untuk turut serta membaur dengan warga sekitar dan tidak bersikap tertutup. Namun, upaya tersebut tidak ditanggapi.
Dari sikap mereka itu, warga, termasuk Mayko seakan tidak kaget saat mendengar peristiwa penembakan anggota polisi di Tol Pejagan Cirebon.
“RJ sempat membawa pergi istrinya untuk kos di tempat lain, sekitar dua minggu atau sebulan sebelum peristiwa Bom Surabaya. Tapi kemudian kembali lagi ke sini, istrinya saja, sedangkan dia tidak tinggal di sini sampai saya dengar peristiwa penembakan yang diduga pelakunya dia,” papar Mayko.
Komentar Anda

Berita Terkini