Didiskualifikasi Paslon Yang Libatkan Anak Dalam Kampanye

/ Selasa, 03 April 2018 / 18.47
Ketua LPA Kabupaten Deliserdang Junaidi Malik pada Selasa (3/4) menerangkan menyelenggarakan kampanye terbuka Paslon Kepala Daerah dengan menghadirkan pekerja seni dengan bungkus konser musik, hiburan rakyat, lomba, serta kegiatan budaya lainnya sebagai daya tarik menghadirkan dan mendatangkan massa khususnya anak-anak dibawah usia 17 tahun yng belum mempunyai hak politik untuk memilih berdasarkan  ketentuan UU RI nomor 35 Tahun 2014 mengenai perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Kesepakatan Instrumen International Konvesi PBB Tentang Hak Anak, Paslon dan panitia peyelenggara kampanye dapat dikenakan sanksi tindak pidana penjara.
Dirinya juga berharap agar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten/Kota tidak melakukan pembiaran bahkan terkesan tutup mata jika ada paslon
peserta Pilkada Serentak Tahun 2018 yang menghadirkan, mendatangkan dan  melibatkan anak - anak dibawah usia 17 tahun dalam kegiatan politik baij didalam dan diluar ruang,  baik dengan cara menirukan simbol-simbol Partai Politik (Parpol), gambar Paslon dan meneriakkan nama calon serta memakai atribut Paslon dan Parpol serta menempel gambar Paslon peserta Pilkada  Serentak Tahun 2018," Komisi Pemilihan Umun (KPU) atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  dapat   mendiskualifikasi Paslon serta melaporkan tindak pidana pemilunya kepada Kepolisian. Inilah salah satu langkah untuk menjaga dan  melindungi anak dari segala praktek dan bentuk eksploitasi politik yang sedang marak dalam menghadapi Pilkada serentak di bulan Juni 2018 yang akan datang," tegas Junaidi Malik.
Lanjut  Junaidi Malik, sebagai lembaga independen yang diberi tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Deliserdang, pihaknya  mengajak semua Paslon Kepala Daerah untuk tidak memanfaatkan atau mengeksploitasi anak-anak dalam segala bentuk kampanye politik Paslon. Dirinya juga meminta masyarakat untuk secara cerdas memilih pemimpin daerah pada Pilkada Serentak Tahun 2018  yang peduli dan melindungi anak," demi kepetingan terbaik anak-anak  agar semua orangtua tidak mengajak dan mengikutsertakan anak dalam kampanye Paslon dengan alasan apapun juga," pungkas Junaidi Malik.
Dirinya juga mengaja semua pihak menjaga dan melindungi anak karena keselamatan anak yang paling utama ," belajar demokrasi bagi anak bukan dengan cara mencelakkan anak dan menanamkan nilai-nilai kebencian pada anak. Kata kuncinya  adalah jangan mengeksploitasi anak dalam kegiatan  dan kepentingan politik sesaat. Jangan lukai dan sakiti hati anak, tetapi  mari kita sayangi dan lindungi mereka. Masa depan bangsa Indonesia ada pada anak-anak saat ini," jelas Junaidi Malik.
Komentar Anda

Berita Terkini