Dikonfirmasi Kasus ‘Mal Praktek’,Pemilik Klinik Mariani Utama Mau Suap Wartawan

/ Senin, 09 Januari 2017 / 02.50
Pemilik Klinik: Kasih duit aja,kasi duit aja, biar pulang wartawan wartawan itu..!!



MEDAN|
Masita Hanum Boru Batubara (37) Warga Jalan Kertas No 44 A,Kel,Petisah Tengah, Medan,kini terbaring tak berdaya dalam kondisi memprihatinkan.Pasalnya, wanita ini mengalami bintik-bintik putih dan gelembung di tubuhnya,akibat dugaan malperaktek di Klinik Mariani Utama Jalan Gatot Subroto Gang Johar No 3-5 Medan Kel Sei Putih Barat Kec Medan Petisah,



Informasi diperoleh dari Sri Hartati Harahap (kakak ipar Masita ) awalnya pada 29 Desember 2016 lalu sekira pukul 20.00 WIB korban di bawa berobat ke Klinik Mariani karena sakit kerumut yang dideritanya.

"Hari itu korban di suntik dan di beri obat,setelah makan obat,berselang beberapa hari tepatnya Minggu pagi tiba-tiba korban merasa tubuhnya kepanasan dan,korban minta di antarkan ke Klinik Mariani lagi karena di tubuh korban timbul benjolan berwarna ke kuningan,"kata Sri pada wartawan Jumat (6/1/2017) siang

Lanjutnya,lantas dirinya langsung keruang dokter umum,kebetulan dokter waktu pertama ke klinik,dokter itu juga yang memeriksa,dan menyuntik,serta memberi obat kepada korban.

"Saya sempat menanyakan,kok jadi begini adik saya,kemarin berobat kemari dokter bilang adik saya elergi obat,tapi kenapa sekarang badan adik saya gatal-gatal dan juga bengkak-bengkak bibirnya luka-luka,serta tubuh jadi lemah,"tanya Sri kepada dokter

Lebih herannya lagi,sudah beberapa hari di klinik itu tidak ada perubahan,dan malah lebih memperihatinkan,karena ,kata Sri,disekujur badan adiknya gembung seperti kena minyak panas terutama di bagian dada.leher.mata dan bibir sampai kedalam perut.

“Melihat kondisi korban semakin parah,saya meminta pihak klinik melakukan tindakan yang lebih intensif lagi,artinya korban di rujuk ke rumah sakit yang lebih memadai.Itukan klinik fasilitasnya kurang memadai,sudah berhari-hari korban hanya di infus saja,bukannya penyakitnnya sembuh,ini malah tambah parah,sedangkan pihak Klinik hanya diam,bahkan mengatakan,kalau pindah rumah sakit harus biaya sendiri,itu lah kata pihak Klinik pada saya,"beber Sri

Lebih lanjut di katakan Sri,bahwa dirinya sudah katakan tidak punya duit untuk biaya rumah sakit,sedangkan adik sakitnya makin parah.”Saya adukan ke pemilik klinik tak ada respon juga akhirnya ada kawan yang mengatakan,agar saya mengadu ke media (wartawan),Alhamdulillah karena media mendatangi klinik itu,adik saya di rujuk ke RS Colombia Asia,”ungkap Sri.

Sementara pihak Klinik Mariani Utama saat wartawan ingin konfirmasi,malah di usir oleh pihak Klinik Mariani Utama,
bahkan mirisnya pihak klinik tersebut marah-marah dan berteriak-teriak bagai orang ke surupan"Kasih duit aja,kasi duit aja, biar pulang wartawan wartawan itu,"ucap pemilik klinik

"Kutandai kalian ya. Biar tau kalian siapa aku," teriak salah seorang pria berkepala plontos sembari memfoto dan mengatakan wartawan bisa dibayar.
Namun para wartawan tidak memperdulikan teriakan pemilik klinik itu sampai korban di bawa ke RS Colombia dengan Ambulance.(ES/Red)


Foto ist
Komentar Anda

Berita Terkini